Anggur Shine Muscat Berbahaya? Benarkah Demikian dan Apa Penyebabnya?

Jagat media sosial tanah air dihebohkan dengan berita tentang buah anggur Shine Muscat  yang mengandung residu zat kimia berbahaya. Bagaimana kebenaran beritanya?
 
   Editor : Sri Argo Pradanto
 

Pada bulan Oktober tahun 2024 ini di negara kita, Indonesia, digegerkan dengan berita yang cukup mengejutkan. Bermula dari temuan otoritas pangan negara tetangga, Thailand, yang menemukan residu zat kimia berbahaya pada anggur Shine Muscat yang beredar di sana. Residu zat kimia berbahaya ini terdeteksi setelah Jaringan Peringatan Pestisida Thailand (Thai-PAN) melakukan sampling terhadap beberapa sampel yang beredar di pasaran.

Dikutip dari The Nation, hasil penelitian mengungkapkan bahwa ditemukan 50 jenis residu beracun pada anggur Shine Muscat. Masih dikutip dari The Nation, Jaringan Peringatan Pestisida Thailand (Thai-PAN) pada tanggal 24 Oktober mengumumkan bahwa pengujian laboratorium terhadap 24 sampel yang diambil dan dikumpulkan dari 15 lokasi berbeda ditemukan mengandung antara tujuh dan 18 jenis residu beracun. Selain itu, 23 dari 24 sampel melebihi batas yang dilegalkan mencapai enam jenis racun.

Hal ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi konsumen di Thailand. Selain itu, dampak ekonomi juga sangat terasa bagi pedagang buah karena dihadapkan pada pilihan yang sulit antara merugi dengan menurunkan harga bahkan sampai membuang stok anggur yang ada atau memilih keselamatan konsumen mereka. 

Lantas bagaimana di Indonesia sendiri? Saat ini mudah kita jumpai di supermarket hingga pedagang buah pinggir jalan yang memasarkan anggur Shine Muscat ini. Apakah anggur Shine Muscat ini aman? Dikutip dari detikcom, pemerintah RI melalui Badan Pangan Nasional  menegaskan bahwa bahan pangan segar termasuk buah impor seperti anggur Shine Muscat yang beredar di Indonesia dipastikan aman. Masih dikutip dari detikcom, pemerintah tetap akan mengupayakan untuk melakukan investigasi lebih lanjut serta memberi himbaun kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan mandiri seperti membaca label yang tertera, memastikan kesegaran buah, dan mencuci buah sebelum dikonsumsi.


Sumber:

https://www.nationthailand.com/health-wellness/40042795


Komentar

Posting Komentar